Jelajah Surga Kopi Sumatera Bersama Terios

Wednesday, November 28, 2012

Hanya dengan membaca blog Daihatsu.co.id yang menyajikan rentetan perjalanan luar biasah bertemakan coffe paradise, rasanya saya sudah dibawa larut kedalam petualangan mereka. Menelusuri pulau Sumatera untuk mengeksplore surga kopi milik Indonesia bersama 3 Daihatsu Terios TTX AT dan TX MT yang sangat luar biasah selama perjalanan. Karena lewat jalur biasah terlalu “mindstream” maka tim 7 Wonders memilih untuk melalui jalan-jalan offroad yang berbatu, berkelok, hutan, semak belukar, pantai, hingga jalan rusak pun dilalui mereka untuk mendapatkan perjalanan yang lebih luar biasah, menemukan keindahan alam dari sisi yang lain. Tapi meskipun jalur yang dilalui tidak nyaman, dengan 7 kelebihannya Terios bisa melalui itu semua tanpa kendala yang berarti.

Dalam Rentan perjalanan 14 hari tim Terios 7 Wonders sudah mengunjungi 7spot produksi kopi di pulau Sumatera. Melihat proses produksi, berkomunikasi dengan pembuat secara langsung, hingga ikut mencicipi citra rasa kopi setiap daerah. Rasanya saat saya baca semua jurnal perjalanan dari tiga Daihatsu itu ada kebanggan tersendiri dengan kekayaan alam Indonesia, surga kopinya, pemandangan alamnya yang luar biasah, dan masyarakatnya yang ramah satu sama lain. Selain itu saya juga kagum dengan Daihatsu untuk konsep coffee paradisenya”. Selain berhasil membuka mata saya akan kekayaan alam negara sendiri, Daihatsu juga mengajarkan untuk melakukan kebaikan dimana saja seperti melakukan kegiatan sosial berupa pemberian bantuan pada UKM dan posiandu, dan yang terpenting juga Daihatsu telah membuktikan bahwa Teriosnya memang mobil yang diperuntukkan untuk SUV sejati.

Saya memang bukan salah satu dari tim nyata 7 Wonders, tapi meskipun saya hanya menjadi tim secara maya yang mengikuti perjalanan hanya melalui tulisan di blog, saya tetap akan menyuguhkan petualang coffe paradise. Setidaknya saya tetap ikut berkontribusi melanjutkan Daihatsu untuk membuat orang sadar bahwa sesungguhnya Indonesia itu sangat kaya oleh potensi alamnya, semakin banyak yang tahu semakin baik bukan?
Jadi petulangan yang dimulai dari tanggal 10 oktober 2012 dan berakhir di 24 oktober 2012 sebenarnya memiliki beberapa tujuan diantaranya adalah:

Dan sukses tidaknya tiga hal diatas itu sangat didukung dengan 7 Wonders (keajaiban) dari Terios Daihatsu, yang mampu mengantarkan para tim pada perjalanan sepanjang 3675km dengan berbagai medan yang menantang untuk mengungkap kekayaan alam yang terselubung sekaligus ujii performansi. Dan 7 keajaiban yang dimiliki Daihatsu Terios diantaranya adalah

1. The Only 7-seater SUV, mobil petualang yang bisa menampung 7 orang sekaligus dalam sekali perjalanan dengan tatanan tempat duduk yang nyaman dan lega. Cocok juga untuk mobil keluarga apalagi dengan kemampuan one touch Tumble di kursi kedua yang memudahkan untuk keluar masuk dan tatanan bagasi menjadi lebih mudah

2. Easy Access Entertainment, dilengkapi dengan fitur hiburan yang lengkap dan sangat menghibur selama perjalanan. Selain itu pengoprasian sistem audio yang bisa di lakukan secara cepat lewat stir membuat perjalanan semakin nyaman dan mudah.
 
3. Tough Style, eksteriornya pun macho dan sangat sesuai label “sahabat petualang”-nya, hal ini akan menambah kepercayaan penggunanya.
 
4. City Cruiser High Ground Clearance, kemampuan untuk menjelajah medan apa saja dan tetap memberikan kenyamanan meskipun dijalan yang tidak rata atau bergelombang, tetap nyaman di tanjakan terjal maupun jalanan berkerikil

5. Easy Handling, Mudah dikendalikan, akan sangat membantu saat kita berada dalam keadaan jalan yang bermasalah, dengan EPS makan akan ada kemudahan untuk meringankan kemudi.

6. Optimal Comfort, Khususnya ketika melewati jalanan yang berbatu-batu, dengan fitur comfort suspension dari Daihatsu Terios maka getaran akan lebih teredam sehingga tidak terlalu terasa.

7. Excellent Strength, Performa yang unggul membuat makin nyaman saat berkendara karena menggunakan mesin 1,5 DOCH WT-i, kondisinya tetap prima meskipun melalui medan-medan yang berat

luar biasah sekali kan tujuh keajaiban dari Terios? nah sekarang mari kita ikut kedalam petualangan singkat Terios 7 Wonders dalam "coffe paradise", merangkum perjalanan yang luar biasah memang sama sekali tidak mudah. saya ingin menceritakan semua yang saya baca, karena semua terlalu luar biasah untuk di lewatkan, jadi jika ingin melihat versi lengkapnya silahkan datang ke blog Daihatsu secara langsung. tetapi jika ingin tahu versi ringkas yang langsung di lengkapi dengan gambar, yuk mari berpetualang bersama saya. selamat menikmati 14 hari berpetualang berasama Terios! :D


Setelah memanfaatkan waktu menyebrang di ferry selama tiga jam untuk istirahat, tim petualang Terios siap untuk memulai perjalanan panjang di pulau Sumatra. Karena jalan yang mulus, tiga mobil itu bisa meraih kecepatan maksimal 120 km/jam. Dan sesampainya lampung, karena lalu lintas lumayan padat, kecepatan diturunkan menjadi rata-rata 40 km/jam

Perjalanan dari kota Lampung menuju ke Liwa, Lampung Barat melewati wilayah yang didominasi pegunungan ditempuh melalui kawasan Bukit Kemuning. Ragam jalan yang didominasi tikungan pendek disertai oleh tanjakan terjal menuntut tim untuk pandai-pandai melakukan perpindahan transmisi.

Sesampainya di tepian Danau Ranau yang menjadi target pemberhentian, tim disambut oleh suasana gelap gulita dan hawa yang menusuk. Lalu setelah beristirahat dan melepas lelah, mereka bisa menikmati Kopi Luak khas Liwa yang menjadi sarapan pagi buta ditemani pemandangan luar biasah dari Danau Ranau.

Ini adalah pembuka perjalanan mereka untuk mengungkap surga kopi yang tersembunya di pulau Sumatra,  dan kopi liwa merupakan penyemangat tim 7 Wonders untuk melakukan petualangan selanjutnya, mengksplorasi penangkaran luwak serta menghirup aroma kopi yang lektnya tidak jauh dari Danau Ranau.




Sebenarnya orang Indonesia itu kreatif, tetapi kadang karena kurang adanya dukungan menyebabkan mereka kurang bisa berkembang. Itu kesimpulan yang saya ambil saat tim 7 Wonders mengeksplorasi pembuatan kopi di Liwa yang sedang mencoba pembuatan kopi beraroma gingseng dan beraroma pinang. Berbagai tahapan sudah dilalui oleh para peracik kopi untuk menemukan rasa yang pas dari kopi varian baru yang masing-masing ada khasiatnya itu. Mungkin jika ada yang mau jadi investor, kopi itu bisa menjadi barang yang “menjual” di pasaran internasional.

Selain itu tim Terios coffe paradise juga mendatangi produsen kopi luwak di Liwa, kopi yang cukup terkenal di dunia dengan harga cukup mahal, berkisar antara Rp.400 ribuan – jutaan. Disana mereka mendapat jawaban kenapa kopi luwak bisa semahal itu. Para produsen kopi itu menjelaskan bagaimana proses produksi kopi liwak yang lumayan ribet tapi bisa menghasilkan kopi berharga mahal yang sangat nikmat sekali. Tim juga sempat disuguhi kopi luwak yang masih panas, hemm rasanya jadi pingin ikut jadi bagain dari tim secara nyata, bukan hanya mengikuti secara maya agar bisa turut ikut mencoba rasa kopi Luwak khas Liwa. Hihihi.



Hari ketiga tim sampai dikota lahat yang langsung disambut dengan hangat oleh orang nomor satu di lahat, Pak Bupati. “ Lewat secangkir kopi ini, saya mewakili masyarakat Lahat menawarkan persahabatan yang tulus. Saya sanggat bangga dan gembira Lahat jadi salah satu tujuan tim 7Wonders” ujar pak Aswari, Bupati yang juga hobi offroad. Bahkan dengan bangga beliau juga menunjukkan bahwa mobil dinasnya adalah Terios!

Kopi Lahat memiliki rasa yang memikat hati dengan aromanya yang khas, tempat pengolahannyapun begitu sederhana. Sebenarnya ada banyak kebun kopi di Lahat, namun pemasarannya dikuasai oleh tengkulak sehingga harga beli petani kerap di permainkan. Meskipun begitu budaya minum kopi tetap ada sejak dulu hingga sekarang di kota tertua di Sumatera yang sudah mencapai usia 130 tahun itu.

Dari Lahat mereka menuju ke Pagar Alam dimana performa Terios benar-benar diuji. Ketika mulai memasuki jalanan yang sedikit bergelombang, berkelok-kelok disertai tanjakan terjal. Namun dengan keunggulan easy handling yang menggunakan electric power streaming, medan yang sulit itu bukan lagi menjadi masalah.



Ditemani oleh Diok, tim 7 Wonders bertemu dengan kakek berumur 75 tahun yang telah menjadi petani kopi selama 50 tahun dan bertahan di tengah pasang-surutnya harga kopi. Dan sambil menjajal jalanan off-road mereka menuju ke pusat kota Pagaralam untuk menyaksikan pengolahan kopi disana yang ternyat mirip dengan sentra kopi di Liwa dan Lahat.

Siang hari Diok menawarkan pada tim untuk makan siang dipinggir sungai sambil menikmati aliran sungai yang jernih. Jalan yang dituju lumayang kecil dan sedikit light off-road, selain itu mereka juga harus menyebrang sungai kecil. Namun Ground Clearence yang tinggi membuat tidak ada masalah ketika melewatinya. Makan siang di pinggir sungai berbatu dengan aliran yang jernih sungguh asyik rasanya. Meskipun saya hanya membayangkan, tapi sata bisa terasa sejuk dan serunya. Aduh mau banget lah saya jadi salah satu tim Terios, saya mau loh bagian nulis jurnal sama foto hahaha (mendadak promosi diri, lanjut)



Setelah semalam menginap di Puri Emass atas bantuan dari Bupati Empat Lawang, rombongan 7 Wonders melanjutkan petualangan di kota yang menjadikan biji kopi sebagai maskot di daerahnya. Kaerna tanaman kopi memang produktif, hampir setiap daerah punya kebun kopi yang hasilnya bisa diandalkan. Bahkan disana baju dinas juga menggunakan batik bermotif biji kopi. Selain itu, dibawah tim penggerak PKK yang dipimpin oleh istri Bupati, pemanfaatan kopi benar-benar dimaksimalkan. Misalnya pembuatan souvenir menggunakan kayu kopi yang sudah tua atau membuat souvenir dengan daun kopi.

“ Kopi empat lawang ini berbeda loh. Ini merupakan hasil percampuran Arabica dan Robusta. Wujud aslinya Robusta tapi aromanya Arabica” kata anang salah seorang pemilik pengolahan kopi di dalam rumah yang tertata dengan rapi.

Setelah mengeksplor kota empat lawang, tim melakukan perjalanan menuju curup melalui jalan yang berkelok-kelok membuat tim 7 Wonders menari-nari bersama Terios. Jalannya relatif sempit namun pemandangannya begitu indah.



Setelah melintasi rute yang agak sulit di curup, tim sampai ke Bengkulu dan beristirahat agak lama karena selanjutnya akan melakukan perjalanan panjang Bengkulu-Bukittinggi secara langsung. Hari itu diisi dengan acara CSR berupa penyerahan bantuan untuk posyandu dan juga UKM. Ada lima posyandu dan UKM yang mendapat bantuakn dari Daihatsu. Luar biasah bukan? Ditengah mengungkap surga kopi milik Indonesia yang tersembunyi di pulau Sumatra, tim juga melakukan kegiatan sosial yang berarti bagi pihak lain. Konsep perjalanan yang bagus.

Tim juga sempat berjalan-jalan di rumah pribadi Ibu Fatmawai Soekarno Putri dan menyambangi beberapa obyek wisata sejarah lainnya. Tapi tidak begitu lama karena cuacah kurang bersahabat. Ahirnya mreka melakukan refueling agar besok bisa meluncur ke bukittinggu dengan lancer.



Perjalanan dari Bengkulu ke bukit tinggi benar-benar menguji fisik dan stamina. Karena rute yang dipilih oleh  tim 7 Wonders ini dalah melaui rute pantai barat, tidak seperti sebelum-sebelumnya yang didominasi hutan dan pegununggan. Selain cuaca yang panasnya lumayan menyengat berkisar 35 derajat, tikungan-tikungan juga lebih tajam. Apalagi bekas terjadinya gempa bumi beberapa waktu lalu membuat beberapa ruas jalan mengalami kerusakan bahkan ada yang longsor. Tapi setelah melwati perjalanan selama 18 jam dengan jarak 617 km, tim bersama tiga Teriospun merapat di tugu jam gadang-bukit tinggi.



Bukit tinggi yang juga disebut dengan kota seribu ngarai memang mempunyai pesona yang indah, salah satunya danau maninjau. Hari ini tujuan 7 Wonders dan tim adalah melihat pengolahan dan perkebunan kopi rakyat mandailing yang menurut sejarah perkopian Indonesia, desa yang menjadi pusat kopi Arabica pertama kali adalah desa Pakantan – mandheling natal

Desa yang berada di lembah di antra dua bukit itu seperti desa yang hilang, susananya jauh dari peradaban. Sudah puluhan bankan mungkin ratusan pohon kopi di sana diwariskan secara turun temurun, paling banyak jenis Arabica baru kemudian Robusta. Sepanjang jalan pulang jalanan yang dilalui sedikit becek dan off road mengembalikan semangat tim 7 Wonders, dan tentu saja Terios semakin teruji disana.



Karena akan melakukan perjalanan jauh dari mandailing natal menuju medan yang diprediksi akan menguras tenaga tim 7 Wonders, maka hari ini diputuskan untuk tidak terlalu banyak melakukan kegiatan karena esoknya aka nada aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) di Medan

Sepanjang jalan Tarutung menuju Medan kondisi jalannya tak stabil, sebagian lurus dan sebagian lagi rusak parah. Hingga pada akhirnya meskipun sudah berhati-hati kecelakaan tak bisa dihindari ketika satu Terios tibat-tiba selip di salah satu tikungan, padahal saat itu tidak ngebut. Namun tak sampai 15 menit semuanya bisa diatasi dan setelah di cek semuanya aman! Perjalanan bisa dilanjutkan!



Di Medan program CSR PT. Astra Daiatsmu Motor (ADM) kembali di lakukan lagi, yaitu dengan menyerahkan secara simbolis bantuan kepada 2 posyandu dan 5 UMKM yang terdapat di Medan dengan total bantuan dari program ini nilainya mencapai lebih dari 200juta. Sebuah kegiatan yang tentu saja akan sangat berarti bagi mereka yang mendapatkan bantuan.

Selain melakukan kegiatan sosial, juga dilakukan pengecekan dan perbaikan pada 3 Terios yang telah menemani perjalanan 7Wonders melewati berbagai rute yang lumayan berat. Dan menurut para mekanik semua Terios dalam kondisi yang baik.



Rute perjalanan dari Medan menuju ke Langsa lumayan lancar, kondisi jalan raya yang lumayan bagus dan cenderung flat membuat Terios bisa dengan mudah meluncur.  Apalagi dengan tambahan satu anggota tim baru yaitu Rokky Irvayandi.

Saat sampai di Aceh, tim menyempatkan diri untuk minum kopi dan makan malam di dekat alun-alun Langsa. Menikmati hidangan sate matang dan martabak aceh serta menyeruput kopi terasa enak sekali. Dan saat itu mereka juga bertemu dengan Dr. Marlunglung Purba, seorang dokter muda asal Medan yang brtugas di RSUD Langsa, beliau ikut bergabung dan memeriksa salah satu anggota tim yang kebetulan sedang flu.



Takengon merupakan persinggahan terakhir tim 7Wonders dalam mengeksplorasi 7 tempat penghasil kopi di pulau Sumatra. Dan jarak dari langsa ke Takengon sendiri cukup jauh 334,6 km dan lebih banyak melewati perbukitan yang jauh dari permukiman. Baru saat menjelang masuk takengon, Terios ikut mencicipi trek Bukit Oregon. Menguji kemampuan Terios dengan melewati trek tanah berbatu dengan beragam kontur dan kendala berarti.

Diujung trek, tim melakukan istirahat sejenak, selain menikmati pemandangan kota Takengon dan danau laut tawar, waktu itu dimanfaatkan untuk berkenalan lebih dekat dengan komunitas Jip di Gayo. Saat memasuki kota Takengon, mereka mampir ke gudang dan laboratorium kopi milik keluarga salah satu anggota komunitas jip yang dimiliki keluarganya secara turun menurun. Kopi Gayo merupakan jenis Arabica dengan cita rasa yang khas dan sudah merambah ke Eropa Timur dan juga Amerika, hebat bukan?



Setelah menginap di pinggir Danau Laut Tawar, tim siap untuk kembali mengulik dunia perkopian. Di Takengon hampir semua penduduk kota memilkiki kebun kopi, minimal satu keluarga memiliki setengah hektar. Tim juga sempat di ajak untuk melihat langsung kebun kopi peninggalan Belanda yang kulitasnya bagus dan nomor satu.

Dan setelah puas menjelajah dan makan siang menu khas Gayo, tim menuju Banda aceh untuk persiapan menyebarng ke Sabang.



Dan pada akhirnya tim bisa menyelesaikan perjelanan mengungkap rahasia alam yang tersembunyi, kopi asli Indonesia dalam perjalanan selama kurang lebih 15 hari dalam serangkaian acara coffee paradise. Hingga pada akhirnya setelah melewati pejalanan dengan berbagai kondisi jalan dari yang flat, hancur, perjalanan dalam hutan, hingga di tepian pantai, tim Terios 7 Wonders sampai juga di tugu “Nwol” kilometer di ujung pulai Weh, provinsi NAD. Total perjalanan dengan jarak 3657 itu akhirnya berakhir sudah.

“ selamat! Terimakasih tim Terios 7 Wonders sudah berhasil menyelesaikan seluruh etape perjalanan panjang ini tanpa ada kendala yang berarti, terbukti Terios adalah SUV yang tangguh!” ujan Amelia tjandra, direktur ADM. Seremoni singkat juga dilangsungkan untuk menandai berakhinya ekspedisi ini yang dilakukan di tugu “Nol” kilometer dengan penyerahan plakat Terios yang di tanam di lokasi yang memang sudah disediakan di sekitar lokasi.

Akhirnya tim bisa mereasa lega telah menyelesaikan perjalanan panjang, mereka pun bisa menikmati wisata di Banda Aceh sebelum kembali ke Jakarta. Ohya, karena saat itu sedang iduh adha, PT ADM dan  tim Terios 7Wonders juga menyerahkan 3 ekor sapi untuk dijadikan hewan kurban di Masjid Raya Banda Aceh sebai perwujudan rasa syukur 3 Terios yang berhasil menyelasikan perjalanan dari Jakarta tanpa ada hambatan yang berarti.

Semoga perjalanan menjelajah Sumatera ini menjadi awal bagi Daihatsu untuk melakukan perjalanan-perjalanan lainnya mengungkap kekayaan alam Indonesia. Dan jika kita lihat dari rentetan perjalanan yang telah terjadi, tidak berlebihan sepertinya jika Daihatsu memberi label "sahabat petualang" untuk Terios karena performansinya benar-benar telah teruji secara nyata di perjalanan 14 hari tersebut.

You Might Also Like

22 comments

  1. optimasi ke gambar jadi bikin kita yang baca gag jenuh..
    semangat selalu yahh... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena gambar itu juga bisa bercerita secara tidak langsung :D
      lagian gara-gara gambar kita juga lebih mudah ngikutin perjalanan Daihatsu.

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Yuhuuu keren bangeet, yuuk kalo sempet kita besok kesanaa ngikutin jejak Daihatsu, syukur-syukur kalo Daihatsu ada event lagi seperti itu dan ngajak kita hahaha.. mari Daihatsu kami siap menerima apa bila ada tawaran seperti itu, bagaimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. aaamin! seru banget pasti ya kayak yang pernah di omongin dulu itu. bawa kendaraan sendiri, bisa berhenti dimana aja. bisa nulis jurnal perjalanan plus ambil gambar sendiri. aaah! hihi iya banget tuh semoga Daihatsu kalo pergi-pergi lagi ajak-ajak :D

      Delete
  4. keterangan + pnjelasan yang sngat jelas dan tidak jenuh membaca nya karena desain yg bagus
    wah" semngat mbk Ghe :D semoga sukses :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih ya, semoga bisa berbagi dan mengambarkan negara indonesia yang keren banget :D

      Delete
  5. wahaaa, good article gheee :D seruuuuuuuu pengen ikutan travelling kayak gini hihihi about the article, pinter deh bikinnya. balance antara tulisan sama gambar. jadi sambil baca sambil bayangin pula pas liat gambarnya, berasa ikutan jalan jalan hehehe keep spirit gheee! success!! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. thankyouu nana, yuk ke sumatera na, nyobain kopi luwak kayaknya enak deh. ini gara-gara bacain blognya daihatsu deh aku jadi pengen :3

      Delete
  6. keren design'a, pngen bisa :D
    btw saya juga ikutan kontes blog terios, mampir juga dong ya >o<
    http://cacandra.blogspot.com/2012/11/terios-mobil-sahabat-petualang_27.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah terimakasih ya, artikelnya kamu juga kereeen :D
      semoga sama sama sukses yah :)

      Delete
  7. desain nya itu lhoo keren banget (y)
    ghea ini emang udah di bekalin jiwa desainer dr lahir kali yaa
    semoga menang ghee hehe
    semangat ya kakak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah masa? cuma berusaha biar enak aja pas orang baca. biar bisa pada lihatin gambarnya juga hehehe :D
      amin, terimakasih ya nang :)

      Delete
  8. Wah, salut banget sama sahabat daihatsu satu ini
    bikin artikel + foto yang emang udah di desain segitu kerennya, jadi bener bener bayangin rasanya jelajah sumatera sama terios :D
    nah, sekarang jadi pengen ke sumatera bener nih, haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah terimakasih hehehe, cuma salah satu usaha biar nyaman baca. makin banyak gambar biasanya kan makin enak bayanginnya hehehe :D
      mari ke sumatera! indonesia indah loh :D

      Delete
  9. Mudah mudahan menang yo... Keren tulisannya.. nggak bosen baca tulisannya, soalnya ada gambar gambar nya yg di desain bagus :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aaah makasih banyak mas, amin amin :D
      mas rifqi yang bikin desain web ya? hihi. kereen! :D

      Delete
    2. wahahaha.. sorry baru bales, Iya aku yang bikin :D Makasi yak ! :D

      Delete
  10. Insya Allah menang yaa...
    Dapat macbook air... asyiiikkkk

    ReplyDelete
  11. Gheee udah kamu menang aja dapet piala ntar macBook e tak ambil e :3
    Your Design Truly Awesome :3

    ReplyDelete
  12. ternyata kita ga sama-sama menang ya -__-

    ReplyDelete

Drop some hello here! :)

ALL TIME HITS

My Latest Vidio

Featured Post

Pembubaran Panitia Pernikahan dan Ulang tahun ke 21

Rasanya miris sendiri lihat blog nggak pernah update padahal bahannya super banyak. Efek mindset saya kekeuh pengen posting semua hal sepu...